Sintren

April 28, 2010 at 1:18 pm 4 komentar

NOVEL Sintren merupakan novel perdana saya yang tanpa saya duga masuk lima besar Khatulistiwa Literary Award 2007. Novel ini saya buat seperti tanpa sengaja, sebelum menulis novel saya menulis puisi, cerpen, resensi buku juga laporan jurnalistik untuk beberapa media. Dulu memang memiliki impian kelak bisa menulis novel.

Semula saya ingin mengangkat soal tanah warisan tetapi suami yang sekaligus penulis menyarankan saya menulis tentang Sintren. Sebelumnya saya telah menulis cerpennya untuk harian Republika. Diterbitkan Oktober 1998, cerpennya sendiri saya buat menjelang persiapan saya melahirkan anak pertama di Batang. Ide penulisan cerpen itu sendiri bermula dari profil seniman Cirebon yang masih setia melestarikan budaya tradisi di Cirebon.

Novel Sintren sendiri saya garap dengan sangat enjoy, mengalir begitu saja. Novel ini berangkat dari serpihan masa kanak-kanak saya yang masih bisa menikmati pertunjukkan Sintren. Ketika itu di tahun 1984, saya masih duduk di bangku sekolah dasar kelas empat. Cerpennya saya garap tahun 1998 dan novelnya saya tulis tahun 2004.  Oleh harian Republika novel ini dimuat bersambung tahun 2005.  Tahun 2007 diterbitkan oleh Grasindo. Sampai kini novel ini masih saja dicari teman-teman mahasiswa untuk bahan skripsi guna memenuhi tugas akhir kuliah. Terimakasih saya ucapkan sebesar-besarnya bagi pembaca juga mereka semua yang telah memberi apresisi terhadap novel Sintren.

Entry filed under: Dibalik Novel SINTREN. Tags: .

Nama Saraswati Klidang

4 Komentar Add your own

  • 1. enNa  |  Desember 27, 2010 pukul 7:21 am

    Mba..Novelnya Bagus aku suka bgt novel yg menceritakan tentang Budaya sejarah…apalagi masyaratakt pesisir…
    Lanjut nulis ya mba////

    Balas
  • 2. kodhit  |  Agustus 10, 2011 pukul 11:56 am

    waaaah…membaca novel sintren buat saya mungkin seperti melihat si Sintren Saraswati itu sendiri… novelnya mempesona mbak…
    alurnya sederhana, bahasanya mudah dimengerti, emosinya dapet banget, penuh intrik khas pedesaan (“ngampung” banget:antara kemiskinan, cita-cita, tradisi, dan magis)..hehe..
    pokoknya keren, jadi membuat saya tidak mau berhenti membaca kalau belum sampa akhir..hhihiii.. seperti ikut tersihir saja..
    saya jadi penasaran dengan seni Sintren ini.. terima kasih ya mbak sudah menghadirkan novel yang sarat ilmu… =)

    Balas
  • 3. maverick  |  Mei 29, 2013 pukul 1:42 pm

    klo pngen nnton ksenian sintren yg msh eksis dtng ja ke daerah sidareja clcp..

    Balas
  • 4. uajah  |  Juni 24, 2013 pukul 4:51 pm

    mb
    kenapa sich tokoh penari sintren harus perempuan

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

April 2010
S S R K J S M
« Nov   Mei »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Most Recent Posts


%d blogger menyukai ini: