<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Jejak Sintren</title>
	<atom:link href="http://penarisintren.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://penarisintren.wordpress.com</link>
	<description>Dianing Widya Yudhistira</description>
	<lastBuildDate>Tue, 10 Jan 2012 06:03:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='penarisintren.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Jejak Sintren</title>
		<link>http://penarisintren.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://penarisintren.wordpress.com/osd.xml" title="Jejak Sintren" />
	<atom:link rel='hub' href='http://penarisintren.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Si Miskin</title>
		<link>http://penarisintren.wordpress.com/2010/07/14/si-miskin/</link>
		<comments>http://penarisintren.wordpress.com/2010/07/14/si-miskin/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Jul 2010 03:21:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>penarisintren</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dibalik Novel SINTREN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://penarisintren.wordpress.com/?p=59</guid>
		<description><![CDATA[DALAM menulis novel saya sangat menyukai masalah-masalah yang bertemakan sosial, seperti kemiskinan yang membelit masyarakat kita.  Perempuan, kemiskinan dan sulitnya akses pendidikan kemudian menjadi mata rantai dalam novel saya, Sintren. Di mana pun tempat si miskin kurang mendapat tempat. Baik untuk pelayanan kesehatan dan pendidikan, misalnya. Untuk pendidikan saja sekolah mahal produk pemerintah tak memugkinkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penarisintren.wordpress.com&amp;blog=966788&amp;post=59&amp;subd=penarisintren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>DALAM menulis novel saya sangat menyukai masalah-masalah yang bertemakan sosial, seperti kemiskinan yang membelit masyarakat kita.  Perempuan, kemiskinan dan sulitnya akses pendidikan kemudian menjadi mata rantai dalam novel saya, Sintren.</p>
<p>Di mana pun tempat si miskin kurang mendapat tempat. Baik untuk pelayanan kesehatan dan pendidikan, misalnya. Untuk pendidikan saja sekolah mahal produk pemerintah tak memugkinkan bagi si miskin untuk bisa menikmatinya. RSBI jelas hanya bisa dinikmati oleh anak-anak orang kaya. Biaya masuknya sering membuat orang tercengang.<br />
Bagaimana si miskin dalam novel Sintren. Zaman saya sekolah dsar dulu ada sebagian orangtua yang kesulitan menyekolahkan anaknya. Menunggak SPP sampai tiga bulan sering saya dengar. Herannya banyak dari mereka malah anak-anak yang cerdas. Saya ingat mereka yang tak bisa sekolah sampai ke SMP hingga SMA sering Karen alasasan ekonomi.<span id="more-59"></span></p>
<p>Saraswati yang cerdas sekaligus cantik adalah perempuan yang lahir dari miskin. Bapaknya bekerja sebagai penarik becak, sedangkan maknya sebagai buruh.  Meski demikian dia memiliki impian besar. Dia ingin sekolah sampai SMA, hingga impian itu membuatnya menjadi penari Sintren.<br />
Perjalanan Saraswati adalah untuk mengenang teman saya semasa sekolah dasar di Kasepuhan dulu. Dia memang dari keluarga miskin, tetapi teman saya itu ingin sekali sekolah tinggi. Karenanya tawaran menjadi sintren ia terima, karena dari menari sintren ia dapatkan uang yang jumlahnya lumayan besar bagi ukuran dia.<br />
Sekarang teman saya itu masih tinggal di Batang, dan satu pengakuannya tak ingin anaknya kelak menjadi Sintren. Jadilah Sintren seperti menghilang di tanah Batang. Sintren merupakan novel perdana saya, yang di luar dugaan saya masuk lima besar Khatulistwa Literary Award 2007. Hingga kini saya sering mendapat kejutan, teman-teman mahasiswa mengabarkan tengah menyusun skripsi dengan novel Sintren sebagai obyeknya. Tentu ini energi besar buat saya untuk terus berkarya. Terimakasih.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/penarisintren.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/penarisintren.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/penarisintren.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/penarisintren.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/penarisintren.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/penarisintren.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/penarisintren.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/penarisintren.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/penarisintren.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/penarisintren.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/penarisintren.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/penarisintren.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/penarisintren.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/penarisintren.wordpress.com/59/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penarisintren.wordpress.com&amp;blog=966788&amp;post=59&amp;subd=penarisintren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://penarisintren.wordpress.com/2010/07/14/si-miskin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3d4db39a87b5de94a880a71b4a72c382?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">penarisintren</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Klidang</title>
		<link>http://penarisintren.wordpress.com/2010/05/06/klidang/</link>
		<comments>http://penarisintren.wordpress.com/2010/05/06/klidang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 May 2010 07:02:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>penarisintren</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dibalik Novel SINTREN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://penarisintren.wordpress.com/?p=53</guid>
		<description><![CDATA[MASA kanak-kanakku lebih banyak tinggal di rumah nenek di dusun Teratai Kidul. Lidah wong Batang biasa menyebutnya dengan Nrate. Karenanya saya lebih banyak memiliki teman-teman di Terate Kidul daripada di rumah ibu di Pejambon. Masa sekolah dasar pun bukannya di SDN Proyonanggan tetapi di SDN Kasepuhan. Di sekolah dasar itu terdapat lapangan Kanoman yang biasanya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penarisintren.wordpress.com&amp;blog=966788&amp;post=53&amp;subd=penarisintren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>MASA kanak-kanakku lebih banyak tinggal di rumah nenek di dusun Teratai Kidul. Lidah wong Batang biasa menyebutnya dengan Nrate. Karenanya saya lebih banyak memiliki teman-teman di Terate Kidul daripada di rumah ibu di Pejambon. Masa sekolah dasar pun bukannya di SDN Proyonanggan tetapi di SDN Kasepuhan. Di sekolah dasar itu terdapat lapangan Kanoman yang biasanya digunakan untuk pentas tarian Sintren.<span id="more-53"></span></p>
<p><!--more--></p>
<p>Menginjak SMP saya diterima di SMPN I Batang. Otomatis saya kembali ke rumah orangtua saya di Pejambon. Tempat tinggal saya yang terletak di tepi jalan raya membuat saya tak leluasa bermain dengan teman-teman sebaya untuk bermain.  Jika ingin  bermain saya harus keluar rumah dan itu seringkali tak mungkin karena saya harus menjaga warung.</p>
<p>Akhirnya masa kecil saya lebih banyak di rumah. Satu hal yang saya suka adalah jika hari Minggu tiba. Biasanya pagi-pagi saya mengayuh sepeda kumbang menuju pantai Batang yang jaraknya dua kilo dari rumah. Sepeda kumbang ini sekali saya kayuh bisa melampaui satu meteran ke depan. Sepanjang jalan merupakan hal-hal yang menarik bagi saya. Saya bisa bertemu dengan orang-orang yang berjualan ikan pindang dengan keliling kampung. Biasanya mereka menggunakan kain batik dan kebaya. Ibu saya punya langganan ikan pindang sama mbak Sri.</p>
<p>Menuju laut akan melewati Klidang. Di Klidang ini sebagian besar masyarakatnya adalah nelayan.</p>
<p>Melewati Klidang akan terhirup aroma khas ikan, karena di sini juga dibuat ikan asin, ikan panggang, ikan pindang dan jual beli ikan segar. Pada Klidang inilah saya torehkan ke dalam novel sebagai setting. </p>
<p>Novel Sintren adalah ungkapan kerinduan saya, keinginan kembali, juga kecintaan saya terhadap Batang, tanah leluhur saya. Novel perdana ini  mengejutkan saya karena  masuk ke dalam lima besar Khatulistiwa Literary Award 2007.  Terimakasih saya ucapkan kepada para dosen yang mendiskusikan novel ini dalam di dalam kampus juga teman-teman mahasiswa yang menjadikan novel ini sebagai bahan skripsi.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/penarisintren.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/penarisintren.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/penarisintren.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/penarisintren.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/penarisintren.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/penarisintren.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/penarisintren.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/penarisintren.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/penarisintren.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/penarisintren.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/penarisintren.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/penarisintren.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/penarisintren.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/penarisintren.wordpress.com/53/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penarisintren.wordpress.com&amp;blog=966788&amp;post=53&amp;subd=penarisintren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://penarisintren.wordpress.com/2010/05/06/klidang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3d4db39a87b5de94a880a71b4a72c382?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">penarisintren</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sintren</title>
		<link>http://penarisintren.wordpress.com/2010/04/28/sintren-2/</link>
		<comments>http://penarisintren.wordpress.com/2010/04/28/sintren-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Apr 2010 13:18:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>penarisintren</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dibalik Novel SINTREN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://penarisintren.wordpress.com/?p=49</guid>
		<description><![CDATA[NOVEL Sintren merupakan novel perdana saya yang tanpa saya duga masuk lima besar Khatulistiwa Literary Award 2007. Novel ini saya buat seperti tanpa sengaja, sebelum menulis novel saya menulis puisi, cerpen, resensi buku juga laporan jurnalistik untuk beberapa media. Dulu memang memiliki impian kelak bisa menulis novel. Semula saya ingin mengangkat soal tanah warisan tetapi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penarisintren.wordpress.com&amp;blog=966788&amp;post=49&amp;subd=penarisintren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>NOVEL Sintren merupakan novel perdana saya yang tanpa saya duga masuk lima besar Khatulistiwa Literary Award 2007. Novel ini saya buat seperti tanpa sengaja, sebelum menulis novel saya menulis puisi, cerpen, resensi buku juga laporan jurnalistik untuk beberapa media. Dulu memang memiliki impian kelak bisa menulis novel.</p>
<p>Semula saya ingin mengangkat soal tanah warisan tetapi suami yang sekaligus penulis menyarankan saya menulis tentang Sintren. Sebelumnya saya telah menulis cerpennya untuk harian Republika. Diterbitkan Oktober 1998, cerpennya sendiri saya buat menjelang persiapan saya melahirkan anak pertama di Batang. Ide penulisan cerpen itu sendiri bermula dari profil seniman Cirebon yang masih setia melestarikan budaya tradisi di Cirebon.</p>
<p><span id="more-49"></span></p>
<p>Novel Sintren sendiri saya garap dengan sangat enjoy, mengalir begitu saja. Novel ini berangkat dari serpihan masa kanak-kanak saya yang masih bisa menikmati pertunjukkan Sintren. Ketika itu di tahun 1984, saya masih duduk di bangku sekolah dasar kelas empat. Cerpennya saya garap tahun 1998 dan novelnya saya tulis tahun 2004.  Oleh harian Republika novel ini dimuat bersambung tahun 2005.  Tahun 2007 diterbitkan oleh Grasindo. Sampai kini novel ini masih saja dicari teman-teman mahasiswa untuk bahan skripsi guna memenuhi tugas akhir kuliah. Terimakasih saya ucapkan sebesar-besarnya bagi pembaca juga mereka semua yang telah memberi apresisi terhadap novel Sintren.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/penarisintren.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/penarisintren.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/penarisintren.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/penarisintren.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/penarisintren.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/penarisintren.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/penarisintren.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/penarisintren.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/penarisintren.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/penarisintren.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/penarisintren.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/penarisintren.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/penarisintren.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/penarisintren.wordpress.com/49/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penarisintren.wordpress.com&amp;blog=966788&amp;post=49&amp;subd=penarisintren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://penarisintren.wordpress.com/2010/04/28/sintren-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3d4db39a87b5de94a880a71b4a72c382?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">penarisintren</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nama Saraswati</title>
		<link>http://penarisintren.wordpress.com/2009/11/25/nama-saraswati/</link>
		<comments>http://penarisintren.wordpress.com/2009/11/25/nama-saraswati/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 13:27:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>penarisintren</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dibalik Novel SINTREN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://penarisintren.wordpress.com/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[DALAM perbincangan di RRI beberapa waktu lalu ada penanya dari Bali mengapa saya memilih nama Saraswati sebagai tokoh utama novel Sintren. Saya menjawab dalam dialog itu karena ketika menggarap novel Sintren nama yang muncul secara otomatis dalam benak saya adalah Saraswati. Saraswati sendiri berarti cerdas. Menurut penanya dari Bali itu, nama Saraswati merupakan dewi yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penarisintren.wordpress.com&amp;blog=966788&amp;post=47&amp;subd=penarisintren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>DALAM perbincangan di RRI beberapa waktu lalu ada penanya dari Bali mengapa saya memilih nama Saraswati sebagai tokoh utama novel Sintren. Saya menjawab dalam dialog itu karena ketika menggarap novel Sintren nama yang muncul secara otomatis dalam benak saya adalah Saraswati. Saraswati sendiri berarti cerdas. Menurut penanya dari Bali itu, nama Saraswati merupakan dewi yang menyayangi binatang. Dalam dialog itu dia juga berharap novel ini suatu ketika bisa difilmkan. Saya mengamini harapan pendengar RRI dari Bali itu. <span id="more-47"></span>Selanjutnya Saraswati menjadi tokoh sentral dari novel perdana saya itu. Sosok gadis desa yang memiliki semangat untuk sekolah tinggi, sementara dia sendiri berasal dari keluarga miskin. Kemiskinan tak membuatnya gentar untuk meraih cita-citanya bersekolah tinggi. Nasib kemudian membuatnya menjadi penari sintren demi meraih cita-citanya sekolah tinggi. Novel ini saya garap dengan semangat menghadirkan kekayaan budaya lokal, kemiskinan yang masih mendera di tengah masyarakat kita, juga pentingnya perempuan menjadi subyek dalam kehidupan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/penarisintren.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/penarisintren.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/penarisintren.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/penarisintren.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/penarisintren.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/penarisintren.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/penarisintren.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/penarisintren.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/penarisintren.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/penarisintren.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/penarisintren.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/penarisintren.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/penarisintren.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/penarisintren.wordpress.com/47/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penarisintren.wordpress.com&amp;blog=966788&amp;post=47&amp;subd=penarisintren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://penarisintren.wordpress.com/2009/11/25/nama-saraswati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3d4db39a87b5de94a880a71b4a72c382?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">penarisintren</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Diskriminasi Terhadap Perempuan</title>
		<link>http://penarisintren.wordpress.com/2009/11/11/diskriminasi-terhadap-perempuan/</link>
		<comments>http://penarisintren.wordpress.com/2009/11/11/diskriminasi-terhadap-perempuan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 12:08:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>penarisintren</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dibalik Novel SINTREN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://penarisintren.wordpress.com/?p=45</guid>
		<description><![CDATA[DALAM masyarakat Jawa, perempuan seringkali mendapatkan perlakuan yang kurang adil dalam beberapa hal, misalnya pendidikan. Perempuan Jawa seringkali harus mengalah dengan saudara laki-lakinya. Orangtua seringkali memprioritaskan pendidikan pada anak laki-laki ketimbang perempuan. Alasan mereka, toh pada akhirnya perempuan itu berada di rumah. Mengurus suami dan anak, jadi anak perempuan tak perlu sekolah tinggi. Dari zaman [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penarisintren.wordpress.com&amp;blog=966788&amp;post=45&amp;subd=penarisintren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>DALAM masyarakat Jawa, perempuan seringkali mendapatkan perlakuan yang kurang adil dalam beberapa hal, misalnya pendidikan. Perempuan Jawa seringkali harus mengalah dengan saudara laki-lakinya. Orangtua seringkali memprioritaskan pendidikan pada anak laki-laki ketimbang perempuan. Alasan mereka, toh pada akhirnya perempuan itu berada di rumah. Mengurus suami dan anak, jadi anak perempuan tak perlu sekolah tinggi.<span id="more-45"></span></p>
<p>Dari zaman saya sekolah dasar, hingga sekarang paham seperti itu belum juga pupus. Perempuan tak perlu sekolah tinggi atau keluar rumah jauh-jauh untuk meraih impian. Novel Sintren, saya sajikan sebagai pendobrak dari kebuntuan perempuan terhadap diskriminasi yang menimpanya. Sosok Saraswati, biar pun dari keluarga miskin memiliki cita-cita tinggi. Ia ingin sekolah sampai ke perguruan tinggi.</p>
<p> Bisakah Saraswati meraih mimpinya?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/penarisintren.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/penarisintren.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/penarisintren.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/penarisintren.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/penarisintren.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/penarisintren.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/penarisintren.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/penarisintren.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/penarisintren.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/penarisintren.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/penarisintren.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/penarisintren.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/penarisintren.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/penarisintren.wordpress.com/45/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penarisintren.wordpress.com&amp;blog=966788&amp;post=45&amp;subd=penarisintren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://penarisintren.wordpress.com/2009/11/11/diskriminasi-terhadap-perempuan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3d4db39a87b5de94a880a71b4a72c382?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">penarisintren</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menghilangkan Kesenian Tradisional</title>
		<link>http://penarisintren.wordpress.com/2009/11/01/menghilangkan-kesenian-tradisional/</link>
		<comments>http://penarisintren.wordpress.com/2009/11/01/menghilangkan-kesenian-tradisional/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Nov 2009 12:12:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>penarisintren</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dibalik Novel SINTREN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://penarisintren.wordpress.com/?p=43</guid>
		<description><![CDATA[ Seorang pembaca novel Sintren mengeluh kepada saya, jika salah satu tarian yang dulu menjadi kebanggaan kampungnya sekarang hampir menghilang. Tari Jaipongan, begitu ujar teman saya itu, kurang diminati kaum remaja. Dia berharap masih ada generasi muda yang masih peduli dengan budaya bangsa yang sesungguhnya selalu eksotik. Tak berbeda dengan Jaipongan, nasib kesenian lokal yang berunsur [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penarisintren.wordpress.com&amp;blog=966788&amp;post=43&amp;subd=penarisintren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> Seorang pembaca novel Sintren mengeluh kepada saya, jika salah satu tarian yang dulu menjadi kebanggaan kampungnya sekarang hampir menghilang. Tari Jaipongan, begitu ujar teman saya itu, kurang diminati kaum remaja. Dia berharap masih ada generasi muda yang masih peduli dengan budaya bangsa yang sesungguhnya selalu eksotik. Tak berbeda dengan Jaipongan, nasib kesenian lokal yang berunsur magis, Sintren bisa saya pastikan telah punah di kabupaten Batang. Tarian yang membentang sepanjang pantura ini masih bisa dinikmati oleh warga Cirebon.<span id="more-43"></span> Di Batang, tanah kelahiranku Sintren terakhir kali saya lihat ketika saya duduk di kelas empat SD. Sejak itu Sintren jarang dipentaskan, hingga adik-adik saya tidak tahu persis Sintren itu seperti apa. Terkadang saya ingin kembali membangkitkan tarian Sintren. Saya kadang bermimpi ada pawing atau pencari Sintren, yang bisa menghidupkan kembali salah satu kekayaan budaya yang pernah kami miliki. Entah ini hanya impian atau suatu ketika Sintren hidup lagi di Batang.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/penarisintren.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/penarisintren.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/penarisintren.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/penarisintren.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/penarisintren.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/penarisintren.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/penarisintren.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/penarisintren.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/penarisintren.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/penarisintren.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/penarisintren.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/penarisintren.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/penarisintren.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/penarisintren.wordpress.com/43/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penarisintren.wordpress.com&amp;blog=966788&amp;post=43&amp;subd=penarisintren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://penarisintren.wordpress.com/2009/11/01/menghilangkan-kesenian-tradisional/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3d4db39a87b5de94a880a71b4a72c382?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">penarisintren</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sintren, Tarian Beraroma Magis</title>
		<link>http://penarisintren.wordpress.com/2009/10/21/sintren-tarian-beraroma-magis/</link>
		<comments>http://penarisintren.wordpress.com/2009/10/21/sintren-tarian-beraroma-magis/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Oct 2009 04:44:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>penarisintren</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dibalik Novel SINTREN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://penarisintren.wordpress.com/?p=41</guid>
		<description><![CDATA[ADA seorang pembaca dari luar Jawa, menanyakan tarian sintren itu seperti apa. Saya mencoba menjawabnya sejelas mungkin. Untuk menjadi penari Sintren, seorang gadis harus melewati semacam ujian, apakah dia mampu untuk menjadi sintren atau tidak. Bagi gadis yang tak mampu menjadi penari Sintren, saat diuji oleh pawang sintren, biasanya akan menjerit-jerit minta tolong atau pingsan. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penarisintren.wordpress.com&amp;blog=966788&amp;post=41&amp;subd=penarisintren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>ADA seorang pembaca dari luar Jawa, menanyakan tarian sintren itu seperti apa. Saya mencoba menjawabnya sejelas mungkin. Untuk menjadi penari Sintren, seorang gadis harus melewati semacam ujian, apakah dia mampu untuk menjadi sintren atau tidak. Bagi gadis yang tak mampu menjadi penari Sintren, saat diuji oleh pawang sintren, biasanya akan menjerit-jerit minta tolong atau pingsan. Biasanya sang gadis disuruh duduk di atas kursi kecil, atau dingklik dengan ditutupi sangkar ayam. Sebaliknya bagi gadis yang tenang-tenang saja saat diuji, tidak menjerit atau berteriak apalagi pingsan, artinya dia lolos. Saya pernah mewawancarai sintren yang gagal, mengakui saat itu melihat katak teramat besar.<span id="more-41"></span> Gadis yang akan menari pertama-tama didandani dengan memakai kain jarik dan kebaya, lalu dimasukkan ke dalam karung, diikat kuat-kuat, lalu ditutup dengan sangkar ayam. Setelah ditutup, para panjak atau pengiring lagu-lagu dalam sintren berdendang. Dalam waktu sangat singkat sangkar dibuka. Saat dibuka itulah Sintren sudah berganti busana dan dandanan, tak ketinggalan kacamata hitam dalam ukuran besar.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/penarisintren.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/penarisintren.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/penarisintren.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/penarisintren.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/penarisintren.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/penarisintren.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/penarisintren.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/penarisintren.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/penarisintren.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/penarisintren.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/penarisintren.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/penarisintren.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/penarisintren.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/penarisintren.wordpress.com/41/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penarisintren.wordpress.com&amp;blog=966788&amp;post=41&amp;subd=penarisintren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://penarisintren.wordpress.com/2009/10/21/sintren-tarian-beraroma-magis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3d4db39a87b5de94a880a71b4a72c382?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">penarisintren</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kesulitan Dalam Wawancara</title>
		<link>http://penarisintren.wordpress.com/2009/10/13/kesulitan-dalam-wawancara/</link>
		<comments>http://penarisintren.wordpress.com/2009/10/13/kesulitan-dalam-wawancara/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Oct 2009 13:42:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>penarisintren</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dibalik Novel SINTREN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://penarisintren.wordpress.com/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[SAYA mengawali penggarapan Sintren dengan berbagai wawancara, baik langsung ke pelaku Sintren, juga Pawang  Sintren, Para Panjak dan pemilik seperangkat musik untuk pertunjukkan Sintren. Dalam wawancara itu saya ditemani bulek saya juga almarhum bapak. Sayang, bapak pergi sebelum bisa menikmati karya saya. Sintren merupakan novel perdana saya, yang semula ingin saya tunjukkan pada bapak. Ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penarisintren.wordpress.com&amp;blog=966788&amp;post=37&amp;subd=penarisintren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>SAYA mengawali penggarapan Sintren dengan berbagai wawancara, baik langsung ke pelaku Sintren, juga Pawang  Sintren, Para Panjak dan pemilik seperangkat musik untuk pertunjukkan Sintren.</p>
<p>Dalam wawancara itu saya ditemani bulek saya juga almarhum bapak. Sayang, bapak pergi sebelum bisa menikmati karya saya. Sintren merupakan novel perdana saya, yang semula ingin saya tunjukkan pada bapak. Ini lho Pak, karya saya. Karena pada awalnya almarhum bapak tak mendukung saya menjadi penulis. Bapak lebih suka saya berdagang, meneruskan usahanya. Dulu, kami sering berselisih paham hingga akhirnya, bapak merestui saya menulis setelah saya mampu membeli seperangkat televisi, dari honorarium cerpen saya yang dimuat di majalah terbitan Brunei Darussalam.<span id="more-37"></span></p>
<p>Kembali ke novel Sintren. Saya menemui kesulitan ketika saya mewawancarai ibu-ibu yang dulu adalah Panjak atau orang yang menyanyi dalam pertunjukkan Sintren. Rata-rata saat itu usia mereka di atas tujuhpuluh tahun, jadi mereka sudah lupa-lupa ingat. Untung salah satu panjak itu masih ibunya teman saya, yang menjadi Sintren. Dia memang yang banyak membantu saya.</p>
<p>Selain wawancara langsung ke pelaku Sintren, saya juga menggali informasi dari Mbah Darnah, nenek saya dari pihak ibu. Adegan pernikahan bador dan panjak dalam novel Sintren, merupakan bagian kisah nyata di masa muda nenek saya.</p>
<p>Novel ini tanpa saya duga masuk lima besar dalam Khatulistiwa Literary Award 2007 bersama Cok Sawitri, Andrea Hirata, dan Gus TF Sakai. Satunya lagi saya lupa. Pemenangnya dengan sangat legowo saya terima. Mas Gus TF Sakai, yang cerpen-cerpennya saya gandrungi..</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/penarisintren.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/penarisintren.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/penarisintren.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/penarisintren.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/penarisintren.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/penarisintren.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/penarisintren.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/penarisintren.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/penarisintren.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/penarisintren.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/penarisintren.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/penarisintren.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/penarisintren.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/penarisintren.wordpress.com/37/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penarisintren.wordpress.com&amp;blog=966788&amp;post=37&amp;subd=penarisintren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://penarisintren.wordpress.com/2009/10/13/kesulitan-dalam-wawancara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3d4db39a87b5de94a880a71b4a72c382?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">penarisintren</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tokoh Sintren</title>
		<link>http://penarisintren.wordpress.com/2009/10/12/tokoh-sintren/</link>
		<comments>http://penarisintren.wordpress.com/2009/10/12/tokoh-sintren/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Oct 2009 12:22:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>penarisintren</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dibalik Novel SINTREN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://penarisintren.wordpress.com/2009/10/12/tokoh-sintren/</guid>
		<description><![CDATA[ BERMULA dari ucapan Abang, begitu saya memanggil suami agar saya memulai saja menulis novel. “Kembangkan saja cerpen Sintren,” begitu ucapnya. Saya jadi terusik untuk mengangkat Sintren, salah satu tarian yang dulu sering dipertunjukkan menjelang tujuhbelasan di kampung saya, Batang. Sintren merupakan kenangan masa kanak-kanak saya. Saya suka melihat pertunjukkan itu meski tak sampai selesai. Waktu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penarisintren.wordpress.com&amp;blog=966788&amp;post=36&amp;subd=penarisintren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> BERMULA dari ucapan Abang, begitu saya memanggil suami agar saya memulai saja menulis novel. “Kembangkan saja cerpen Sintren,” begitu ucapnya. Saya jadi terusik untuk mengangkat Sintren, salah satu tarian yang dulu sering dipertunjukkan menjelang tujuhbelasan di kampung saya, Batang. Sintren merupakan kenangan masa kanak-kanak saya. Saya suka melihat pertunjukkan itu meski tak sampai selesai. Waktu itu saya masih duduk di bangku sekolah dasar. Pertunjukkan sintren biasanya dimulai pukul sembilan malam, di tanah lapang. Makanya saya sering pulang terlebih dulu karena anak perempuan tabu bagi masyarakat kami, jika malam masih diluar rumah.<span id="more-36"></span> Untuk mendapatkan ruh cerita, saya tak hanya mengandalkan ingatan di masa kecil. Saya juga melakukan wawancara langsung dengan penari Sintren sungguhan. Kebetulan dia teman saya satu angkatan, juga sekolah di kompleks SDN Kasepuhan. Hanya saja dia sekolah di SDN V. Kami sudah saling kenal. Maka wawancara pun berjalan lancar. Ada yang menarik, ketika saya tanya apakah kelak, bila ada yang mengajak anak perempuannya menjadi Sintren, ia mengizinkan? Dengan tegas dia menggeleng. Entah apa maksudnya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/penarisintren.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/penarisintren.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/penarisintren.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/penarisintren.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/penarisintren.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/penarisintren.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/penarisintren.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/penarisintren.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/penarisintren.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/penarisintren.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/penarisintren.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/penarisintren.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/penarisintren.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/penarisintren.wordpress.com/36/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penarisintren.wordpress.com&amp;blog=966788&amp;post=36&amp;subd=penarisintren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://penarisintren.wordpress.com/2009/10/12/tokoh-sintren/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3d4db39a87b5de94a880a71b4a72c382?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">penarisintren</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dari Sebuah Cerpen</title>
		<link>http://penarisintren.wordpress.com/2009/10/07/dari-sebuah-cerpen-2/</link>
		<comments>http://penarisintren.wordpress.com/2009/10/07/dari-sebuah-cerpen-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Oct 2009 05:18:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>penarisintren</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dibalik Novel SINTREN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://penarisintren.wordpress.com/?p=33</guid>
		<description><![CDATA[ NOVEL Sintren bermula dari sebuah cerpen yang saya tulis dengan niat mengirimkannya ke harian Republika. Waktu itu saya sedang berada di Batang. Sebuah harian nasional menarik perhatian saya dan membacanya di rubrik budaya. Di situ terdapat seorang seniman yang melestrikan salah satu budaya lokal. Seingatku bukanlah sintren, tetapi saat itu pikiran saya tergerak untuk menulis [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penarisintren.wordpress.com&amp;blog=966788&amp;post=33&amp;subd=penarisintren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> NOVEL Sintren bermula dari sebuah cerpen yang saya tulis dengan niat mengirimkannya ke harian Republika. Waktu itu saya sedang berada di Batang. Sebuah harian nasional menarik perhatian saya dan membacanya di rubrik budaya. Di situ terdapat seorang seniman yang melestrikan salah satu budaya lokal. Seingatku bukanlah sintren, tetapi saat itu pikiran saya tergerak untuk menulis tentang sintren. Cerpen Sintren saya buat dalam waktu singkat dan saya langsung mengirimkannya ke Republika. Dalam hitungan minggu cerpen itu dimuat di harian yang sama di bulan Oktober 1998. <span id="more-33"></span>Saya menulis puisi, cerpen, juga laporan jurnalistik sejak 1992. Tak ada target tahun berapa saya akan menulis sebuah novel, hanya saja beberapa nama membuat saya terinpirasi untuk menulis novel. Di tahun 2004 saya mencoba mulai menulis novel dengan dukungan suami, bahkan untuk mengangkat Sintren dalam novel pun dari perbincangan kami. Semula saya belum terpikir untuk menulis Sintren. Pikir saya boleh juga nih Sintren di angkat ke novel. Novel itu selesai di tahun 2004 dan dimuat secara bersambung di harian Republika di tahun yang sama. Tahun 2007 diterbitkan dalam bentuk buku oleh penerbit Grasindo, tanpa saya duga masuk lima besar Khatulistiwa Literary Award. Tidak menyangka juga banyak mahasiswa dan mahasiwi meminta izin atau mengabari bahwa Sintren dijadikan obyek kajian untuk skripsi. Tentu ini kehormatan besar buat saya, dan semangat untuk terus menulis.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/penarisintren.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/penarisintren.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/penarisintren.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/penarisintren.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/penarisintren.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/penarisintren.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/penarisintren.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/penarisintren.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/penarisintren.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/penarisintren.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/penarisintren.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/penarisintren.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/penarisintren.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/penarisintren.wordpress.com/33/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penarisintren.wordpress.com&amp;blog=966788&amp;post=33&amp;subd=penarisintren&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://penarisintren.wordpress.com/2009/10/07/dari-sebuah-cerpen-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3d4db39a87b5de94a880a71b4a72c382?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">penarisintren</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
