Kesulitan Dalam Wawancara
Oktober 13, 2009
SAYA mengawali penggarapan Sintren dengan berbagai wawancara, baik langsung ke pelaku Sintren, juga Pawang Sintren, Para Panjak dan pemilik seperangkat musik untuk pertunjukkan Sintren.
Dalam wawancara itu saya ditemani bulek saya juga almarhum bapak. Sayang, bapak pergi sebelum bisa menikmati karya saya. Sintren merupakan novel perdana saya, yang semula ingin saya tunjukkan pada bapak. Ini lho Pak, karya saya. Karena pada awalnya almarhum bapak tak mendukung saya menjadi penulis. Bapak lebih suka saya berdagang, meneruskan usahanya. Dulu, kami sering berselisih paham hingga akhirnya, bapak merestui saya menulis setelah saya mampu membeli seperangkat televisi, dari honorarium cerpen saya yang dimuat di majalah terbitan Brunei Darussalam.
Kembali ke novel Sintren. Saya menemui kesulitan ketika saya mewawancarai ibu-ibu yang dulu adalah Panjak atau orang yang menyanyi dalam pertunjukkan Sintren. Rata-rata saat itu usia mereka di atas tujuhpuluh tahun, jadi mereka sudah lupa-lupa ingat. Untung salah satu panjak itu masih ibunya teman saya, yang menjadi Sintren. Dia memang yang banyak membantu saya.
Selain wawancara langsung ke pelaku Sintren, saya juga menggali informasi dari Mbah Darnah, nenek saya dari pihak ibu. Adegan pernikahan bador dan panjak dalam novel Sintren, merupakan bagian kisah nyata di masa muda nenek saya.
Novel ini tanpa saya duga masuk lima besar dalam Khatulistiwa Literary Award 2007 bersama Cok Sawitri, Andrea Hirata, dan Gus TF Sakai. Satunya lagi saya lupa. Pemenangnya dengan sangat legowo saya terima. Mas Gus TF Sakai, yang cerpen-cerpennya saya gandrungi..
Entry Filed under: Dibalik Novel SINTREN. .
2 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed
1.
galihmuktiaji | Oktober 13, 2009 at 1:49 pm
sintren tuh apa sih?.. kayal tari topeng lg?
2.
penarisintren | Oktober 13, 2009 at 1:58 pm
Sintren itu tarian yang memiliki unsur magis. Saya mengundang Mas Galih untuk membaca novel Sintren ini, agar lebih mengerti lebih jauh. Terimakasih ya…