Dari Sebuah Cerpen
Oktober 7, 2009 at 5:18 am Tinggalkan Komentar
NOVEL Sintren bermula dari sebuah cerpen yang saya tulis dengan niat mengirimkannya ke harian Republika. Waktu itu saya sedang berada di Batang. Sebuah harian nasional menarik perhatian saya dan membacanya di rubrik budaya. Di situ terdapat seorang seniman yang melestrikan salah satu budaya lokal. Seingatku bukanlah sintren, tetapi saat itu pikiran saya tergerak untuk menulis tentang sintren. Cerpen Sintren saya buat dalam waktu singkat dan saya langsung mengirimkannya ke Republika. Dalam hitungan minggu cerpen itu dimuat di harian yang sama di bulan Oktober 1998. Saya menulis puisi, cerpen, juga laporan jurnalistik sejak 1992. Tak ada target tahun berapa saya akan menulis sebuah novel, hanya saja beberapa nama membuat saya terinpirasi untuk menulis novel. Di tahun 2004 saya mencoba mulai menulis novel dengan dukungan suami, bahkan untuk mengangkat Sintren dalam novel pun dari perbincangan kami. Semula saya belum terpikir untuk menulis Sintren. Pikir saya boleh juga nih Sintren di angkat ke novel. Novel itu selesai di tahun 2004 dan dimuat secara bersambung di harian Republika di tahun yang sama. Tahun 2007 diterbitkan dalam bentuk buku oleh penerbit Grasindo, tanpa saya duga masuk lima besar Khatulistiwa Literary Award. Tidak menyangka juga banyak mahasiswa dan mahasiwi meminta izin atau mengabari bahwa Sintren dijadikan obyek kajian untuk skripsi. Tentu ini kehormatan besar buat saya, dan semangat untuk terus menulis.
Entry filed under: Dibalik Novel SINTREN. Tags: .
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed